10 Perbedaan Antara LED Dan LASER

perbedaan-antara-led-dan-laser

LED (Light Emitting Diode)

Light-emitting diode (LED) adalah sumber cahaya semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika arus mengalir melaluinya. Elektron dalam semikonduktor bergabung kembali dengan lubang elektron, melepaskan energi dalam bentuk foton. LED awal hanya menghasilkan cahaya merah, tetapi LED modern dapat menghasilkan beberapa warna berbeda termasuk cahaya merah, hijau, dan biru.

Tidak seperti LASER, cahaya yang dipancarkan dari LED tidak koheren secara spektral atau bahkan sangat monokromatik. Namun, spektrumnya cukup sempit sehingga tampak oleh mata manusia sebagai warna murni (jenuh). Juga, tidak seperti kebanyakan laser, radiasinya tidak koheren secara spasial, sehingga tidak dapat mendekati karakteristik kecerahan laser yang sangat tinggi.

LED awal sering digunakan sebagai lampu indikator, menggantikan lampu pijar kecil dan dalam tampilan tujuh segmen. Perkembangan terakhir telah menghasilkan LED cahaya putih keluaran tinggi yang cocok untuk pencahayaan ruangan dan area luar ruangan. LED telah menghasilkan tampilan dan sensor baru, sementara tingkat peralihannya yang tinggi berguna dalam teknologi komunikasi canggih. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pencahayaan penerbangan, lampu peri, lampu depan otomotif, periklanan, pencahayaan umum, lampu lalu lintas, lampu kilat kamera, wallpaper menyala, lampu tumbuh hortikultura, dan perangkat medis. 

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang LED

  • LED tidak koheren atau kolimasi dan menghasilkan pita panjang gelombang yang lebih luas.
  • Daya keluaran puncak diukur dalam miliwatt.
  • LED bekerja berdasarkan prinsip electro-luminance yaitu pencahayaan menggunakan muatan/elektron.
  • Cahaya yang dipancarkan oleh LED terdiri dari banyak warna.
  • LED berukuran kecil, masa pakai lebih lama, andal, dan membutuhkan sedikit daya.
  • LED menghasilkan sinar cahaya yang berbeda dan tidak koheren.
  • Jenis LED meliputi: Pemancar permukaan dan Pemancar tepi.
  • Respon LED cepat.
  • LED membutuhkan arus penggerak antara 50 hingga 100mA.
  • Bandwidth LED moderat.
  • Umpan balik tidak diperlukan dalam LED.

LASER (Light Amplification by Stimulated Emission Of Radiation)

LASER adalah perangkat yang memancarkan cahaya melalui proses amplifikasi optik berdasarkan emisi terstimulasi dari radiasi elektromagnetik. LASER dibuat ketika elektron dalam atom dalam gelas khusus, kristal atau gas menyerap energi dari arus listrik atau LASER lain dan menjadi "tereksitasi". Elektron tereksitasi bergerak dari orbit berenergi rendah ke orbit berenergi lebih tinggi di sekitar inti atom. Ketika mereka kembali ke keadaan normal atau dasar, elektron memancarkan foton (partikel cahaya).

LASER digunakan dalam drive disk optik, printer laser, pemindai kode batang, instrumen pengurutan DNA, serat optik, pembuatan chip semikonduktor (fotolitografi) dan komunikasi optik ruang bebas, operasi laser dan perawatan kulit, perangkat peralatan militer dan penegakan hukum, rentang pengukuran dan kecepatan dan dalam tampilan pencahayaan laser untuk hiburan.

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang LASER

  • LASER adalah monokromatik (panjang gelombang warna tunggal), terkolimasi (non-divergen) dan koheren (panjang gelombang dalam fase).
  • Output puncak diukur dalam watt.
  • LASER bekerja berdasarkan prinsip emisi terstimulasi.
  • Cahaya yang dipancarkan oleh LASER terdiri dari satu warna.
  • LASER berukuran lebih besar, masa pakai lebih lama, kurang andal, dan membutuhkan lebih banyak daya daripada LED.
  • LASER menghasilkan berkas cahaya monokromatik dan koheren.
  • Jenis LASER meliputi: Laser semikonduktor dan Laser Gas.
  • Respon dari LASER lebih cepat dari LED.
  • LASER membutuhkan arus penggerak antara 5 hingga 40mA.
  • Bandwidth LASER lebih tinggi.
  • Umpan balik yang tepat sangat penting dalam LASER untuk diperlakukan sebagai sumber optik.

Perbedaan Antara LED Dan LASER

  1. LED berukuran kecil, masa pakai lebih lama, andal, dan membutuhkan sedikit daya. LASER berukuran lebih besar, masa pakai lebih lama, kurang andal, dan membutuhkan lebih banyak daya daripada LED.
  2. LED tidak koheren atau kolimasi dan menghasilkan pita panjang gelombang yang lebih luas. LASER adalah monokromatik (panjang gelombang warna tunggal), terkolimasi (non-divergen) dan koheren (panjang gelombang dalam fase).
  3. LED Daya keluaran puncak diukur dalam miliwatt. LASER Output puncak diukur dalam watt.
  4. LED bekerja berdasarkan prinsip electro-luminance yaitu pencahayaan menggunakan muatan/elektron. LASER bekerja berdasarkan prinsip emisi terstimulasi.
  5. Cahaya yang dipancarkan oleh LED terdiri dari banyak warna. Cahaya yang dipancarkan oleh LASER terdiri dari satu warna.
  6. LED menghasilkan sinar cahaya yang berbeda dan tidak koheren. LASER menghasilkan berkas cahaya monokromatik dan koheren.
  7. LED membutuhkan arus penggerak antara 50 hingga 100mA. LASER membutuhkan arus penggerak antara 5 hingga 40mA.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama